Tuesday, August 1, 2017

Event Report Roadshow Serempak 2017 | Kreatif Bersama Serempak : Literasi Digital Generasi Milenial



Berkembangnya dunia internet dan hal yang berkaitan dengan segala rupanya, ternyata ada ilmunya yang harus bisa dikuasai setiap orang, idealnya. Arus internet dan digitalisasi yang deras ini mau nggak mau, menuntut setiap individu untuk melek literasi digital. Termasuk saya, karena saya juga termasuk pengguna internet dan sosial media yang cukup aktif. apalagi milenials, yang mana digitalisasi itu sudah nempel banget sejak mereka masih kanak-kanak.



Beruntung, tanggal 20 Juli 2017, saya bersama KEB (Kumpulan Emak Blogger) Bandung bisa hadir di acara Roadshow Serempak 2017 di Aula Mesjid Mujahidin Bandung. Selain dari Serempak ID, acara roadshow nya ini juga dihadiri dari Kementerian PPPA, Kementrian KOMINFO, dan juga IWITA. Keren banget, kalau bahasa kekiniannya, mantap soul banget pengisi acaranya.

Oiya, fyi buat yang belum tahu Serempak ID itu apa, saya screenshoot nih profil di websitenya.

sumber : website Serempak ID


Kalau mau kepo lebih jauh main-main aja ke websitenya ya di http://www.serempak.id . Berikut beberapa poin rangkuman saat acaranya yang bisa saya share.per sesi pembicara ya, biar gampang hehe.

1. Sesi Pertama dari Kementerian Kominfo



Untuk mencapai literasi digital yang baik tentunya kita semua butuh yang paling mendasar dulu, yakni internet. Mudahnya akses internet di jaman sekarang rupanya masih belum merata di seluruh bagian Indonesia, loh. Kalau di daerah terpencil, akses internet masih terbatas dan nggak senyaman kita yang tinggal di kota besar. Terutama untuk wilayah Indonesia Timur.

Namun ada harapan positif juga loh untuk pengembangan internet di semua wilayah Indonesia. Ibu Yulis Widia M dari Kemen Kominfo memaparkan kalau pemerintah saat ini sedang membangun infrastruktur berupa satelit Palapa Ring dengan target 118 wialayah seluruh Indonesia. Jadi ditahun 2019 kelak, akses internet akan semakin merata dimana-mana. Semoga terlaksana dan berjalan lancar ya untuk Palapa Ring nya.

2. Sesi Kedua dari Indari Mastuti



To be honest, sesi ini suasana di ruangan mulai warming up banget. Soalnya pematerinya ini keren, penggerak banyak campaign dan gerakan di sosial media. Indira Mastuti ini menggerakan banyak program loh di sosial media, dari komunitas  Ibu-Ibu Doyan Bisnis (IIDB) sampai yang paling happening yakni gerakan anti bullying. Lebih detailnya, bisa cek aja ke facebooknya Ibu Indari Mastuti.  Keren kan yaa, buat saya Ibu Indari Mastuti ini goals banget laah.

Materi yang disampaikan di Roadshow ini juga nggak jauh-jauh kaitannya sama perempuan, anak-anak dan juga sosial media. Disini Ibu Indari Mastuti, menekankan banget supaya perempuan itu bener-bener melek literasi digital. Perempuan itu bisa punya peran lebih di dunia digital, dan bisa lebih influence untuk menyebarkan hal-hal positif ketimbang mengerjakan hal yang nggak bermanfaat di sosial media.

Percaya atau tidak, gerakan yang di gagas Ibu Indari ini semua lewat media sosial. Lewat media sosial lah, gerakan atau campaign yang di gagasnya makin besar dan efektif. Sekolah Gratis Indonesia misalnya, salah satu keberhasilan Ibu Indari dkk loh dengan memanfaatkan sosial media. Belum lagi gerakan lainnya, aah, jujur makin kagum saya sama ibu yang satu ini.

Di akhir sesi ini, tidak lupa Ibu Indari juga berbagi tips yang bermanfaat banget buat perempuan dan juga siapa saja deh. Ini dia point-point nya :
  • Saat emosi, usahakan jauhi yang namanya sosial media. Karena rawan banget dipakai buat update status yang negatif. 
  • Focusing share positivity. Penting banget menyebarkan hal positif, selain berpahala tentunya lebih ada manfaat juga loh minimal buat diri sendiri. 
  • Jangan pamer. Entah pamer kesedihan apalagi kebahagiaan. Mending bikin konten berfaedah
  • Pilih teman atau inner circle yang positif
  • Hindari membuat konten yang subjektifitas, apalagi hoax. Usahakan research dulu terhadap konten yang bakal dibuat.
  • Bermimpilah besar untuk mencapai hal-hal yang besar 
  • Jangan lupa buat list goals apa yang ingin dicipai dan jangan malu untuk menambah teman dan networking
Dari materi Ibu Indari ini saya jadi termotivasi untuk membuat konten yang baik, entah untuk blog maupun buat sosial media. Share good vibes and positivity banget laah. 

3. Sesi Ketiga dari Dosen FIKOM UNISBA, Andalusia Neneng Permatasari


Ini sesi kuliah umum soal digital literasi buat saya, hehe. Soalnya penyampaiannya enak banget, saya refleks banget ngangguk sambil nyatet. Berasa kaya mahasiswa banget :D, oke fokus ke materi yaa. Ibu Andalusia ini ngejelasin banget literasi digital secara rinci, mulai dari definis sampai aplikasinya.

Literasi digital itu adalah suatu kemampuan dalam digital secara komprehensif. Jadi kita nggak cuma pandai menggunakan sebagai user aja, tapi dituntut faham, bisa mengerjakan. Literasi digital pun bisa menjadi passion yang bisa melekat dengan seseorang.

Ibu Andalusia ini juga menekankan pentingnya berkolaborasi lintas bidang dalam meraih digital literasi. Karena passion yang besar juga perlu didukung hal lain yang menunjang terciptanya literasi digital yang baik. Contohnya kerjasama antara tenaga kesehatan dengan programmer dan juga visual grafis untuk membuat program kesehatan yang efektif dan tepat sasaran.  Berkat nasihat Ibu Andalusia ini, saya jadi kepikiran pengen collab apa gitu sama suami yang basisnya IT, hihi *curcol*.



Sambil menunggu kedatangan bintang tamu istimewa, di sesi ini juga ada sesi tanya jawab dengan semua pembicaranya dan ada penampilan tari merak. Nggak lupa ada jingle KemenPPPA juga loh, kalau mau tahu kepoin deh website serempak id nya ya ;).

4. Sesi Keempat dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Prof. DR. Yohana Susana Yembise



Ini puncaknya acara, kedatangan Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Prof. DR. Yohana Susana Yembise . Kalau di posternya siapa yang sangka kan kalau Ibu Menteri PPPA ini bisa hadir ke roadshow di Bandung. Sesi ini juga nggak kalah inspiratif dibanding sesi sebelumnya, soalnya di sesi ini para peserta juga jadi tahu banyak banget loh soal Ibu Menteri PPPA ini seperti apa sosoknya.

Ibu Yohana ini beneran luar biasa banget, memulai perjuangannya di bidang pendidikan dari nol sampai bisa sesukses sekarang. Kerja kerasnya juga luar biasa banget untuk sampai ke posisinya sekarang. Karena beliau dari akademisi, literasi digital juga bukan hal asing lagi dimata beliau.

Beliau ini menekankan banget pentingnya literasi digital yang positif untuk kehidupan sehari-hari. Mulai dari mencari artikel ilmiah yang kredibel sampai sosial media. Apalagi perempuan, digitalisasi ini harus bisa dikuasai jangan kalah dengan kaum adam loh, kata ibunya. Literasi digital juga bisa jadi sarana untuk menyuarakan aspirasi hak perempuan dan anak.

Akhir acara nggak lupa ada acara foto-foto bareng  Ibu Menteri dan pembicara sebelumnya. Selain itu saya juga aktif ngobrol sama teman-teman KEB Bandung. Seneng banget memang kalau ada event sama blogger gini, selain nambah ilmu bisa ketemu blogger lain itu bikin hidup makin positif.



Segitu aja ya event reportnya dari acara Roadshow Serempak ID di Bandung. Sejujurnya ini tulisannya lumayan serius banget buat saya, karena biasanya saya sering ngebanyol hehe. Anyway, semoga bermanfaat ya info yang saya share kali ini. Always share positivity yaa :).

All right reserved.
Do not copy paste without allowance 
Or any permission from authors.

3 comments on "Event Report Roadshow Serempak 2017 | Kreatif Bersama Serempak : Literasi Digital Generasi Milenial "
  1. Media sosial memang kadang jadi tempat curhat dan tempat shareyang seharusnya gak perlu share,
    Seletah baca postingan ini jadi ngeba bangettt
    Apalagi point-point dari yang disampaiin ibu Indari

    ReplyDelete
    Replies
    1. banget, aku juga jadi stop liat sosmed kalau lagi kesyel dan juga lagi terlalu happy :D

      Delete

Thank you sudah mampir dan nulis komen di blog ini.
Komentarnya aku moderasi supaya bisa balesin 1 per 1 ^^.
Silahkan tulis link alamat blognya ya, tapi jangan link hidup ya :)
Anonim, spam, yg jualan, maaf aku hapus.